Monday, 19 July 2010 13:47
Mencegah dan mengatasi uban
Ragam - Gaya Hidup
WASPADA ONLINE
[(klikdokter.com)]
(klikdokter.com)
Usia masih muda, tapi uban sudah mulai bermunculan satu persatu menghias mahkota. Hal itu tentu bisa membuat wanita mana pun panik. Dahulu, uban identik dengan usia lanjut. Biasanya uban mulai muncul menjelang akhir usia 30-an atau begitu memasuki usia 40-an. Tapi, seiring perubahan gaya hidup, uban datang makin awal.
Munculnya uban disebabkan oleh banyak hal. Antara lain faktor genetik, kelainan metabolisme tubuh, kurang gizi, stres, penggunaan shampo atau pewarna rambut dengan zat kimia tinggi dan sebagainya.
Bila uban sudah muncul di rambut, terkadang tangan terasa gatal ingin mencabutinya. Padahal cara ini justru membawa efek buruk. Jika uban dicabut, hal itu akan merusak pori-pori rambut serta mengganggu saraf akar rambut.
Pengecatan juga dianggap sebagai solusi praktis atasi uban. Namun, jika pewarna rambut tidak aman, justru bisa menyebabkan gangguan saraf yang memicu pusing, insomnia, tekanan darah tinggi, jantung berdebar dan sebagainya.
Berikut adalah kiat mencegah dan mengatasi uban:
1. Tingkat stres tinggi bisa mempercepat uban menghampiri. Karena itu, jaga pola hidup Anda agar tak terjebak stres.
2. Rambut menjadi putih karena produksi pigmen pewarna rambut yang disebut melanin terhambat. Pigmen tersebut dihasilkan oleh sel tubuh melanosit. Melanosit tidak bisa memproduksi melanin jika tubuh kekurangan vitamin B 12. Nutrisi vitamin B 12 bisa diperoleh dari produk makanan daging, hati, kerang, ketam, kepiting, ikan yaitu salmon atau tuna, daging unggas, telur, susu dan produk olahannya.
3. Terapi akupuntur mengatasi gangguan sistem saraf yang menyebabkan munculnya uban. Dengan akupuntur, simpul saraf yang rusak bisa kembali berfungsi. Akupuntur juga bisa merangsang peredaran darah di kulit kepala sehingga mengurangi timbulnya uban.
4. Anda boleh mencoba membuktikan khasiat biji pepaya mengatasi uban. Anda hanya perlu mengambil setangkup biji pepaya, sangrai, lalu tumbuk halus dan campur dengan sedikit minyak kelapa. Oleskan ramuan tersebut pada seluruh rambut dan kulit kepala. Diamkan sekitar satu jam, lalu keramaslah seperti biasa.
(dat03/vvn)
Source :
Kamis, 22 Juli 2010
Senin, 29 Maret 2010
Usia Muda Berakhir
Kamis, 18/03/2010 12:45 WIB
Kategori Usia Muda Berakhir di Umur 35 Tahun
Irna Gustia - detikHealth
img
Ilustrasi (Foto: preset.org)
London, Berapa usia Anda saat ini? Jika sudah 35 tahun, itu artinya Anda sedang menjalani masa-masa terakhir menjadi orang muda. Penelitian terbaru menyebutkan seseorang berhenti menjadi muda di usia 35 tahun dan mulai masuk kategori tua saat usia 58 tahun.
Seperti dilansir Telegraph, Kamis (18/3/2010) orang di atas 35 tahun hingga 58 tahun atau sepanjang rentang 23 tahun dimasukkan dalam kategori usia pertengahan (middle age) atau paruh baya.
Pengkategorian baru ini cukup mengejutkan untuk batas bawah usia paruh baya yang dimulai setelah 35 tahun. Karena selama ini banyak orang masih merasa muda jika usianya belum mencapai 40 tahun.
Sebaliknya untuk mereka yang sudah 55 tahun yang sebelumnya disebut tua kategorinya diperpanjang menjadi 58 tahun. Baru di atas usia 58 tahun seseorang dikategorikan usia lanjut.
Professor Dominic Abrams yang menyurvei 40.000 orang di seluruh Eropa untuk kategori usia paruh baya, mengatakan pelabelan usia ini sangat penting untuk memperlakukan seseorang dengan lebih jelas. Karena 63 persen responden mengaku banyak sekali kasus orang yang diperlakukan terlalu muda atau terlalu tua.
Orang-orang yang masuk usia 50 tahun kadang dianggap gampang sakit dan sering menggigil. Padahal kini banyak bukti orang-orang usia 50 tahun hidup lebih aktif dibanding masa sebelumnya dan mempunyai tubuh yang sehat.
Pengkategorian umur ini berbeda dengan tahun 1980-an yang mengklasifikasikan usia 42 tahun sebagai usia akhir orang muda dan masuk usia tua saat berumur 67 tahun.
Pengkategorian umur ini juga dianggap penting untuk mengklasifikasikan gaya hidup sehat yang pas untuk usia seseorang. Jumlah kalori yang masuk dan keluar sesuai umur hingga seseorang bisa menjalani hidupnya dengan baik bukan dibebani penyakit.(ir/ver)
Source: http://health.detik.com
Kategori Usia Muda Berakhir di Umur 35 Tahun
Irna Gustia - detikHealth
img
Ilustrasi (Foto: preset.org)
London, Berapa usia Anda saat ini? Jika sudah 35 tahun, itu artinya Anda sedang menjalani masa-masa terakhir menjadi orang muda. Penelitian terbaru menyebutkan seseorang berhenti menjadi muda di usia 35 tahun dan mulai masuk kategori tua saat usia 58 tahun.
Seperti dilansir Telegraph, Kamis (18/3/2010) orang di atas 35 tahun hingga 58 tahun atau sepanjang rentang 23 tahun dimasukkan dalam kategori usia pertengahan (middle age) atau paruh baya.
Pengkategorian baru ini cukup mengejutkan untuk batas bawah usia paruh baya yang dimulai setelah 35 tahun. Karena selama ini banyak orang masih merasa muda jika usianya belum mencapai 40 tahun.
Sebaliknya untuk mereka yang sudah 55 tahun yang sebelumnya disebut tua kategorinya diperpanjang menjadi 58 tahun. Baru di atas usia 58 tahun seseorang dikategorikan usia lanjut.
Professor Dominic Abrams yang menyurvei 40.000 orang di seluruh Eropa untuk kategori usia paruh baya, mengatakan pelabelan usia ini sangat penting untuk memperlakukan seseorang dengan lebih jelas. Karena 63 persen responden mengaku banyak sekali kasus orang yang diperlakukan terlalu muda atau terlalu tua.
Orang-orang yang masuk usia 50 tahun kadang dianggap gampang sakit dan sering menggigil. Padahal kini banyak bukti orang-orang usia 50 tahun hidup lebih aktif dibanding masa sebelumnya dan mempunyai tubuh yang sehat.
Pengkategorian umur ini berbeda dengan tahun 1980-an yang mengklasifikasikan usia 42 tahun sebagai usia akhir orang muda dan masuk usia tua saat berumur 67 tahun.
Pengkategorian umur ini juga dianggap penting untuk mengklasifikasikan gaya hidup sehat yang pas untuk usia seseorang. Jumlah kalori yang masuk dan keluar sesuai umur hingga seseorang bisa menjalani hidupnya dengan baik bukan dibebani penyakit.(ir/ver)
Source: http://health.detik.com
Kamis, 11 Maret 2010
Deteksi Penuaan Lewat Darah, Air Liur, dan Urine
Kompas
Kompas - Rabu, 10 Maret
[Deteksi Penuaan Lewat Darah, Air Liur, dan Urine] Deteksi Penuaan Lewat Darah, Air Liur, dan Urine
JAKARTA, KOMPAS.com — Proses penuaan memang tak bisa dihindari oleh siapa pun. Namun, seiring kemajuan ilmu kedokteran dan teknologi, kini sudah ada disiplin ilmu kedokteran anti-aging yang mengkaji usaha pencegahan terhadap proses penuaan.
Dalam dunia medis, anti-aging bukan sekadar menciptakan kulit wajah menjadi mulus dan tampak muda kembali. Lebih dari itu, disiplin ilmu ini bertujuan membantu hidup manusia lebih lama, sehat, dan bahagia. Dengan demikian, populasi orang tua yang sakit-sakitan akan berkurang.
”Sepanjang tahun, populasi aging selalu meningkat, khusus di Indonesia meningkat 400 persen sejak 1990. Harus ditekan agar tidak menjadi beban bagi generasi selanjutnya,” kata Widya Murni, pakar anti-aging dari Jakarta Anti Aging Center.
Namun, pencegahan penuaan tidak boleh sembarangan dilakukan. Selain itu, Anda jangan mudah terpengaruh oleh iklan-iklan produk anti-aging yang menjanjikan khasiat luar biasa dalam waktu singkat. ”Iklan-iklan hanya menawarkan obat pemoles wajah, bukan untuk mencegah penuaan,” kata Deby Susanti Vinski, Direktur Perfect Beauty Anti-Aging Clinic, Jakarta.
Menurut Deby, produk-produk semacam itu biasanya hanya bekerja pada area tertentu, seperti wajah. Padahal, serangan penuaan terjadi secara menyeluruh dalam satu sistem tubuh. ”Kalau hanya mengandalkan produk kecantikan, kulit wajah tampak muda, tapi fungsi tubuh yang lain belum tentu,” kata Deby.
Selain itu, penggunaan produk kecantikan juga akan merugikan dalam jangka panjang karena banyak produk kecantikan mengandung bahan kimia yang merugikan, misalnya bisa menyebabkan mutasi gen. ”Itu bisa mengubah gen yang sehat menjadi tidak sehat,” ujar Deby.
Sebaliknya, lebih aman apabila Anda mencegah proses penuaan secara klinis. Dalam pengobatan klinis, pasien harus melewati beberapa tahap pemeriksaan di laboratorium. Tujuan pemeriksaan ini melihat kadar hormon yang menjadi indikator muncul tidaknya anti-aging medicine, di antaranya adalah hormon estrogen, progesteron, testosteron, sex hormon binding globulin, cortisol (hormon stres), growth hormone, tiroid, dan pregnenolone.
Proses penuaan terjadi jika kadar hormon-hormon itu berkurang. Hal itu biasanya dialami wanita saat terserang menopouse, sementara pada laki-laki saat andropause. ”Namun, sebelum serangan itu terjadi, uji laboratorium bisa mendeteksinya secara lebih cepat,” kata Widya.
Pemeriksaan laboratorium mencakup pemeriksaan sampel darah pasien. Selain itu, pemeriksaan juga bisa dilakukan melalui tes sampel air ludah (saliva). ”Uji laboratorium akan menganalisis kadar hormon setiap sampel dan hasilnya akan disampaikan kepada pasien,” kata Widya.
Selain itu, masih ada cara lain untuk mengetahui status ”aging” seseorang, yakni dengan bone test density alias deteksi densitas tulang. ”Ini tidak jauh beda dengan cek osteoporosis atau kelainan tulang. Sebenarnya osteoporosis terjadi karena ada hormon yang kurang, terutama DHEA,” ujar Widya.
DHEA merupakan hormon pembentuk estrogen, progesteron, dan testosteron. ”Jadi, apabila hasil tes menunjukkan penurunan hormon DHEA, sudah pasti akan terancam kekurangan hormon estrogen, progesteron, dan testosteron,” kata Widya.
Dari air seni juga bisa diketahui apakah kita sudah mengalami serangan penuaan atau belum. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes urine kuantitatif selama 24 jam. Tujuannya untuk melihat kadar growth hormone. Cuma, pemeriksaan ini kurang praktis. Pasien harus mengumpulkan urine 24 jam, tanpa putus.
Setelah 24 jam, air seni yang terkumpul kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Namun, karena cara ini agak merepotkan, banyak orang enggan menjalaninya. ”Metodenya memang ribet, harus mengumpulkan urine selama 24 jam,” kata Widya. (Kontan/Adi Wikanto)
Kompas - Rabu, 10 Maret
[Deteksi Penuaan Lewat Darah, Air Liur, dan Urine] Deteksi Penuaan Lewat Darah, Air Liur, dan Urine
JAKARTA, KOMPAS.com — Proses penuaan memang tak bisa dihindari oleh siapa pun. Namun, seiring kemajuan ilmu kedokteran dan teknologi, kini sudah ada disiplin ilmu kedokteran anti-aging yang mengkaji usaha pencegahan terhadap proses penuaan.
Dalam dunia medis, anti-aging bukan sekadar menciptakan kulit wajah menjadi mulus dan tampak muda kembali. Lebih dari itu, disiplin ilmu ini bertujuan membantu hidup manusia lebih lama, sehat, dan bahagia. Dengan demikian, populasi orang tua yang sakit-sakitan akan berkurang.
”Sepanjang tahun, populasi aging selalu meningkat, khusus di Indonesia meningkat 400 persen sejak 1990. Harus ditekan agar tidak menjadi beban bagi generasi selanjutnya,” kata Widya Murni, pakar anti-aging dari Jakarta Anti Aging Center.
Namun, pencegahan penuaan tidak boleh sembarangan dilakukan. Selain itu, Anda jangan mudah terpengaruh oleh iklan-iklan produk anti-aging yang menjanjikan khasiat luar biasa dalam waktu singkat. ”Iklan-iklan hanya menawarkan obat pemoles wajah, bukan untuk mencegah penuaan,” kata Deby Susanti Vinski, Direktur Perfect Beauty Anti-Aging Clinic, Jakarta.
Menurut Deby, produk-produk semacam itu biasanya hanya bekerja pada area tertentu, seperti wajah. Padahal, serangan penuaan terjadi secara menyeluruh dalam satu sistem tubuh. ”Kalau hanya mengandalkan produk kecantikan, kulit wajah tampak muda, tapi fungsi tubuh yang lain belum tentu,” kata Deby.
Selain itu, penggunaan produk kecantikan juga akan merugikan dalam jangka panjang karena banyak produk kecantikan mengandung bahan kimia yang merugikan, misalnya bisa menyebabkan mutasi gen. ”Itu bisa mengubah gen yang sehat menjadi tidak sehat,” ujar Deby.
Sebaliknya, lebih aman apabila Anda mencegah proses penuaan secara klinis. Dalam pengobatan klinis, pasien harus melewati beberapa tahap pemeriksaan di laboratorium. Tujuan pemeriksaan ini melihat kadar hormon yang menjadi indikator muncul tidaknya anti-aging medicine, di antaranya adalah hormon estrogen, progesteron, testosteron, sex hormon binding globulin, cortisol (hormon stres), growth hormone, tiroid, dan pregnenolone.
Proses penuaan terjadi jika kadar hormon-hormon itu berkurang. Hal itu biasanya dialami wanita saat terserang menopouse, sementara pada laki-laki saat andropause. ”Namun, sebelum serangan itu terjadi, uji laboratorium bisa mendeteksinya secara lebih cepat,” kata Widya.
Pemeriksaan laboratorium mencakup pemeriksaan sampel darah pasien. Selain itu, pemeriksaan juga bisa dilakukan melalui tes sampel air ludah (saliva). ”Uji laboratorium akan menganalisis kadar hormon setiap sampel dan hasilnya akan disampaikan kepada pasien,” kata Widya.
Selain itu, masih ada cara lain untuk mengetahui status ”aging” seseorang, yakni dengan bone test density alias deteksi densitas tulang. ”Ini tidak jauh beda dengan cek osteoporosis atau kelainan tulang. Sebenarnya osteoporosis terjadi karena ada hormon yang kurang, terutama DHEA,” ujar Widya.
DHEA merupakan hormon pembentuk estrogen, progesteron, dan testosteron. ”Jadi, apabila hasil tes menunjukkan penurunan hormon DHEA, sudah pasti akan terancam kekurangan hormon estrogen, progesteron, dan testosteron,” kata Widya.
Dari air seni juga bisa diketahui apakah kita sudah mengalami serangan penuaan atau belum. Pemeriksaan ini dilakukan melalui tes urine kuantitatif selama 24 jam. Tujuannya untuk melihat kadar growth hormone. Cuma, pemeriksaan ini kurang praktis. Pasien harus mengumpulkan urine 24 jam, tanpa putus.
Setelah 24 jam, air seni yang terkumpul kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Namun, karena cara ini agak merepotkan, banyak orang enggan menjalaninya. ”Metodenya memang ribet, harus mengumpulkan urine selama 24 jam,” kata Widya. (Kontan/Adi Wikanto)
7 Kebiasaan Bikin Awet Muda
7 Kebiasaan Bikin Awet Muda
VIVAnews
By Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti - Kamis, 11 Maret
[Kulit sehat] Kulit sehat
VIVAnews - Mulai khawatir dengan penuaan kulit? Jangan diam saja! Seiring bertambahnya usia, kulit akan kehilangan elastisitas, dan mudah terdehidrasi. Akibatnya, kulit menjadi keriput, kering, kusam dan mulai timbul noda-noda hitam.
Namun, untuk menjaga kecantikan kulit, ada rahasianya. Saatnya Anda peduli kesehatan kulit dengan melakukan 7 kebiasaan berikut ini.
Terapi air putih
Air putih merupakan salah satu terapi terbaik untuk kulit. Air putih berkhasiat melembabkan kulit Anda dari dalam sekaligus menjaga kesehatan organ tubuh. Delapan gelas per hari bisa menjaga kulit tetap lembab, namun lebih banyak lebih baik. Agar tidak lupa minum air putih, sediakan air dalam botol cukup besar di dekat Anda selama beraktivitas. Misalnya, jika di kantor, letakkan botol di meja kerja. Atau, jika Anda di rumah, usahakan untuk minum sesering mungkin.
Cukup tidur
Untuk mendapatkan kulit sehat, tidurlah minimal tujuh jam setiap malam. Ketika tidur, tubuh akan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki dan meregenerasi sel. Tidak cukup tidur akan menyebabkan kulit Anda terlihat pucat dan lelah. Kurang tidur bisa menyebabkan timbulnya kantong atau lingkaran hitam di bawah mata, dan membuat Anda tampak lebih tua.
Pola makan tepat
Sebuah pola diet yang berisi kebutuhan nutrisi seimbang akan membantu menjaga kulit tampak lebih muda. Menurut Science Daily, makanan tinggi protein, vitamin dan mineral dapat membantu menghambat penuaan dini. Hindari makanan yang mengandung pengawet, junk food, atau minuman bersoda agar kulit selalu kencang dan mulus.
Aerobik 1-2 kali seminggu
Latihan ini bisa meningkatkan aliran darah, yang memungkinkan seluruh tubuh untuk menerima oksigen yang diperlukan untuk fungsi optimal. Aliran darah lancar disertai fungsi organ yang bekerja dengan baik, otomatis berefek baik bagi kesehatan kulit.
Jangan lupa tabir surya
Oleskan pelembab kulit untuk wajah dan daerah lainnya untuk mengunci kelembaban dan mencegah kulit kering. Ketika Anda beraktivitas di luar ruangan, usahakan selalu menggunakan tabir surya. Setidaknya, pilih tabir surya yang mengandung SPF 15 untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari.
Pilih kosmetik tepat
Gunakan produk kecantikan yang sesuai jenis kulit Anda. Dengan begitu, masalah kulit wajah bisa teratasi. Selain itu, pilih lipstik atau pelembab bibir yang bisa melembabkan dan melindungi bibir dari sinar matahari. (ina)
VIVAnews
By Petti Lubis, Lutfi Dwi Puji Astuti - Kamis, 11 Maret
[Kulit sehat] Kulit sehat
VIVAnews - Mulai khawatir dengan penuaan kulit? Jangan diam saja! Seiring bertambahnya usia, kulit akan kehilangan elastisitas, dan mudah terdehidrasi. Akibatnya, kulit menjadi keriput, kering, kusam dan mulai timbul noda-noda hitam.
Namun, untuk menjaga kecantikan kulit, ada rahasianya. Saatnya Anda peduli kesehatan kulit dengan melakukan 7 kebiasaan berikut ini.
Terapi air putih
Air putih merupakan salah satu terapi terbaik untuk kulit. Air putih berkhasiat melembabkan kulit Anda dari dalam sekaligus menjaga kesehatan organ tubuh. Delapan gelas per hari bisa menjaga kulit tetap lembab, namun lebih banyak lebih baik. Agar tidak lupa minum air putih, sediakan air dalam botol cukup besar di dekat Anda selama beraktivitas. Misalnya, jika di kantor, letakkan botol di meja kerja. Atau, jika Anda di rumah, usahakan untuk minum sesering mungkin.
Cukup tidur
Untuk mendapatkan kulit sehat, tidurlah minimal tujuh jam setiap malam. Ketika tidur, tubuh akan memanfaatkan waktu untuk memperbaiki dan meregenerasi sel. Tidak cukup tidur akan menyebabkan kulit Anda terlihat pucat dan lelah. Kurang tidur bisa menyebabkan timbulnya kantong atau lingkaran hitam di bawah mata, dan membuat Anda tampak lebih tua.
Pola makan tepat
Sebuah pola diet yang berisi kebutuhan nutrisi seimbang akan membantu menjaga kulit tampak lebih muda. Menurut Science Daily, makanan tinggi protein, vitamin dan mineral dapat membantu menghambat penuaan dini. Hindari makanan yang mengandung pengawet, junk food, atau minuman bersoda agar kulit selalu kencang dan mulus.
Aerobik 1-2 kali seminggu
Latihan ini bisa meningkatkan aliran darah, yang memungkinkan seluruh tubuh untuk menerima oksigen yang diperlukan untuk fungsi optimal. Aliran darah lancar disertai fungsi organ yang bekerja dengan baik, otomatis berefek baik bagi kesehatan kulit.
Jangan lupa tabir surya
Oleskan pelembab kulit untuk wajah dan daerah lainnya untuk mengunci kelembaban dan mencegah kulit kering. Ketika Anda beraktivitas di luar ruangan, usahakan selalu menggunakan tabir surya. Setidaknya, pilih tabir surya yang mengandung SPF 15 untuk melindungi kulit Anda dari paparan sinar matahari.
Pilih kosmetik tepat
Gunakan produk kecantikan yang sesuai jenis kulit Anda. Dengan begitu, masalah kulit wajah bisa teratasi. Selain itu, pilih lipstik atau pelembab bibir yang bisa melembabkan dan melindungi bibir dari sinar matahari. (ina)
Senin, 28 Juli 2008
Life Style
| Saturday, 26 July 2008 08:00 WIB | |||
| Makanan penyulut gairah seksual | | | |
WASPADA ONLINE
Frekuensi setiap pasangan ketika melakukan hubungan seksual memang tidak pernah sama. Ada pasangan yang kuat melakukan hubungan seks sehari tiga kali, tetapi ada pula yang merasa cukup sekali dalam satu pekan.
Mereka yang sering berhubungan seks, tentu saja harus memiliki stamina yang kuat. Mereka harus rajin mengkonsumsi makan-makanan yang bisa menyulut gairah seksual lebih hebat lagi.
Makan-makanan seperti apa direkomendasikan oleh Health24:
Seledri
Mungkin masih banyak pasangan yang tidak mengetahui manfaat dari daun seledri. Daun seledri ternyata bisa menjadi alat perangsang seks yang cukup fantastis, karena ada kandungan androsterone. Daun seledri ini bisa dikonsumsi langsung dengan dicuci bersih telebih dahulu dan dipotong-potong sesuai ukuran yang kita inginkan.
Pisang
Buah pisang juga menjadi pilihan yang bisa dikonsumsi oleh pasangan yang ingin bercinta. Buah pisang mempunyai kandungan bromelain enzyme, yang dipercaya bisa meningkatkan kadar libido kaum pria. Selain itu, buah pisang diperkaya vitamin B dan kalium.
Alpukat
Buah alpukat juga terbukti menambah energi karena mengandung banyak protein. Tidak kalah penting, buah alpukat juga mengandung vitamin B6, yang di dalamnya terdapat nutrisi untuk meningkatkan produksi hormon pada kaum Adam dan membantu wanita mengatur kelenjar gondok. Kedua unsur tersebut dipercaya bisa menambah libido pria dan wanita.
Almond atau sejenis kacang-kacangan
Almond juga menjadi pilihan wajib buat kaum pria sebelum bercinta dengan pasangannya. Makanan ini diakui kaya asam lemak yang bisa meningkatkan hormon kaum pria. Aroma yang keluar dari kacang almond ini sangat bermanfaat memancing gairah seks kaum wanita.
Telur
Makanan yang satu ini bisa menjadi opsi penting untuk dikonsumsi pasangan wanita. Telur memiliki kandungan vitamin B6 dan B5, serta merupakan lambang kesuburan.
Anda mau pilih yang mana?
[fra/kez]
Credit foto : kagakribet.com
Komentar (1) |
1. 28-07-2008 14:49
<
Source: waspada.co.id
Source: waspada.co.id
Label:
Health / Kesehatan,
LifeStyle,
Tips Lelaki
Sabtu, 19 Januari 2008
TIP LELAKI
Tips Lelaki
Andropause Bukan Hantu Kaum Adam
Anda memasuki usia andropause? Gugup, berdebaran, gelisah,
dan kian kurang percaya diri? Jangan takut. Itu proses alami tubuh.
Ketenangan dan kedewasaan akan sangat membantu Anda
menghadapi simtom andropause itu.
--------------------------------------------------------------------------------
ISTILAH andropause asal mulanya merupakan padanan dari menopause pada wanita, yakni proses penurunan kadar hormon estrogen sampai mendekati nol ditandai dengan berhentinya menstruasi. Sel telur (ovum) tidak diperoduksi lagi. Dan selama proses ini, timbul berbagai gejala yang membuat penderita merasa tidak nyaman.
Bagi seorang pria, hal yang sama juga terjadi pada pria, saat kadar hormon testosteron menurun, dan gejala ini biasa disebut andropause. Meskipun istilah ini tidak terlalu tepat karena walaupun telah berusia lanjut, spermatozoa terus diproduksi walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit. Jadi tidak terjadi penghentian (pause) dalam arti yang stabil. Proses ini sangat perlahan, bahkan acap tidak dikenali. Dan karena itu, gejala ini sangat perlu mendapat perhatian.
Penelitian di negara-negara Barat menunjukkan bahwa 10 – 15 % pria berusia 60 tahun mulai mengalami andropause. 54 % pria menjukkan gejala andropause pada kelompok umur 60 - 90 tahun. Ini berarti, seiring bertambahnya angka harapan hidup, maka jumlah penderita gejala andropause akan meningkat dengan pesat.
Berikut beberapa gejala andropause yang biasa muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Pertama, menurunnya gairah seksual dan kemampuan ereksi. Keadaan ini sering dianggap sebagai konsekuensi logis dari usia lanjut meski tidak semuanya benar. Meskipun, selain faktor keterbukaan masyarakat, gairah seksual juga bisa menurun karena kadar hormon tertosteron menurun. Tapi, ereksi hanya mungkin turun jika berkurangnya testosteron masih ditambah dengan penyakir lain semisal hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi ataupun merokok.
Kedua, terjadi perubahan emosional. Jadi tidak stabil, gampang meledak-ledak, dan depresi. Ini diikuti tingkat kemampuan ingatan yangberkurang dan lelah yang terlalu gampang datang.
Ketiga, otot tubuh mengecil dan kendur. Ini konsekuensi logis dari berkurangnya suplai hormon testosteron tadi.
Keempat, terjadinya penipisan rambut, meskipun tidak untuk semua orang. Faktor keturunan akan lebih menunjukkan perubahan ketipisan yang amat cepat.
Kelima, terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis). Dari hasil penelitian diketahui, kondisi tulang paling prima terbentuk di usia 25 tahun, dan terjadi penurunan yang progresif sampai usia 50 tahun. Biasanya, yang paling berisiko patah adalah tulang paha bagi manula.
Keenam, Terjadi penimbunan lemak. Ini munculkarena otot yang kendur tadi tidak mampu mendistribusikan lemak ke seluruh anggota badan.
Nah, jika satu saja dari enam hal tadi menimpa Anda, berarti anda memang telah diserang sindrome andropause. Lalu, apa yang sebaiknya Anda lakukan jika "hantu" andropause itu datang?
Perlu disadari, ketuaan adalah proses alami tubuh, dan dialami setiap orang. Karena itu, hal yang paling baik adalah bukan menampik proses itu, tapi menghadapi proses itu dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat dan berkualitas. Misalnya, menggairahkan ibadah.
Perlu diingat, andropause ini membawa dampak pada kondisi psikis lelaki. Karena itu, yang terbaik adalah mengobati sisi psikis Anda. Berpikirlah yang positip, dan jangan anggap kemunduran fisik itu menjadi kendala yang berlebihan. Hadapi hal itu dengan rileks. Karena, beban stress dan depresi akan kian membuat tubuh dan jiwa Anda jadi lelah.
Sering sekali, keluhan pada usia andropause ini muncul karena perasaan kehilangan kewibawaan dan keperkasaan. Akibatnya, banyak yang mencoba menggagalkan proses ini dengan meminum suplemen atau obat kuat. Padahal, efek obat itu hanya stimulan, dan sangat sementara. Ini berakibat, jika "pertolongan" obat selesai, tekanan akan datang dengan tingkat yang lebih kuat. Dan, akibatnya adalah, aktivitas seksualmenjadi kian tak tertanggulangi, runtuh dan tanpa vitalitas.
Untuk gangguan yang fisikal, ahli medil lebih dapt diharapkan memberikan bantuan. Misalnya dengan memberikan bantuan hormon testosteron untuk menambah aktivitas seksual, atau konsultasi psikologis untuk menenangkan diri.
Nah, jika Anda masih juga cemas, saran kami yang terakhir adalah memasrahkan diri pada kuasa Tuhan. Kondisi pasrah, sumarah ini akan membuat jiwa anda tenang, dan dapat menerima keadaan itu dengan ringan, dan memfokuskan diri pada aktivitas yang lebih akhirati. (CN02/berbagai sumber)
Andropause Bukan Hantu Kaum Adam
Anda memasuki usia andropause? Gugup, berdebaran, gelisah,
dan kian kurang percaya diri? Jangan takut. Itu proses alami tubuh.
Ketenangan dan kedewasaan akan sangat membantu Anda
menghadapi simtom andropause itu.
--------------------------------------------------------------------------------
ISTILAH andropause asal mulanya merupakan padanan dari menopause pada wanita, yakni proses penurunan kadar hormon estrogen sampai mendekati nol ditandai dengan berhentinya menstruasi. Sel telur (ovum) tidak diperoduksi lagi. Dan selama proses ini, timbul berbagai gejala yang membuat penderita merasa tidak nyaman.
Bagi seorang pria, hal yang sama juga terjadi pada pria, saat kadar hormon testosteron menurun, dan gejala ini biasa disebut andropause. Meskipun istilah ini tidak terlalu tepat karena walaupun telah berusia lanjut, spermatozoa terus diproduksi walaupun dalam jumlah yang lebih sedikit. Jadi tidak terjadi penghentian (pause) dalam arti yang stabil. Proses ini sangat perlahan, bahkan acap tidak dikenali. Dan karena itu, gejala ini sangat perlu mendapat perhatian.
Penelitian di negara-negara Barat menunjukkan bahwa 10 – 15 % pria berusia 60 tahun mulai mengalami andropause. 54 % pria menjukkan gejala andropause pada kelompok umur 60 - 90 tahun. Ini berarti, seiring bertambahnya angka harapan hidup, maka jumlah penderita gejala andropause akan meningkat dengan pesat.
Berikut beberapa gejala andropause yang biasa muncul dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda.
Pertama, menurunnya gairah seksual dan kemampuan ereksi. Keadaan ini sering dianggap sebagai konsekuensi logis dari usia lanjut meski tidak semuanya benar. Meskipun, selain faktor keterbukaan masyarakat, gairah seksual juga bisa menurun karena kadar hormon tertosteron menurun. Tapi, ereksi hanya mungkin turun jika berkurangnya testosteron masih ditambah dengan penyakir lain semisal hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi ataupun merokok.
Kedua, terjadi perubahan emosional. Jadi tidak stabil, gampang meledak-ledak, dan depresi. Ini diikuti tingkat kemampuan ingatan yangberkurang dan lelah yang terlalu gampang datang.
Ketiga, otot tubuh mengecil dan kendur. Ini konsekuensi logis dari berkurangnya suplai hormon testosteron tadi.
Keempat, terjadinya penipisan rambut, meskipun tidak untuk semua orang. Faktor keturunan akan lebih menunjukkan perubahan ketipisan yang amat cepat.
Kelima, terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis). Dari hasil penelitian diketahui, kondisi tulang paling prima terbentuk di usia 25 tahun, dan terjadi penurunan yang progresif sampai usia 50 tahun. Biasanya, yang paling berisiko patah adalah tulang paha bagi manula.
Keenam, Terjadi penimbunan lemak. Ini munculkarena otot yang kendur tadi tidak mampu mendistribusikan lemak ke seluruh anggota badan.
Nah, jika satu saja dari enam hal tadi menimpa Anda, berarti anda memang telah diserang sindrome andropause. Lalu, apa yang sebaiknya Anda lakukan jika "hantu" andropause itu datang?
Perlu disadari, ketuaan adalah proses alami tubuh, dan dialami setiap orang. Karena itu, hal yang paling baik adalah bukan menampik proses itu, tapi menghadapi proses itu dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat dan berkualitas. Misalnya, menggairahkan ibadah.
Perlu diingat, andropause ini membawa dampak pada kondisi psikis lelaki. Karena itu, yang terbaik adalah mengobati sisi psikis Anda. Berpikirlah yang positip, dan jangan anggap kemunduran fisik itu menjadi kendala yang berlebihan. Hadapi hal itu dengan rileks. Karena, beban stress dan depresi akan kian membuat tubuh dan jiwa Anda jadi lelah.
Sering sekali, keluhan pada usia andropause ini muncul karena perasaan kehilangan kewibawaan dan keperkasaan. Akibatnya, banyak yang mencoba menggagalkan proses ini dengan meminum suplemen atau obat kuat. Padahal, efek obat itu hanya stimulan, dan sangat sementara. Ini berakibat, jika "pertolongan" obat selesai, tekanan akan datang dengan tingkat yang lebih kuat. Dan, akibatnya adalah, aktivitas seksualmenjadi kian tak tertanggulangi, runtuh dan tanpa vitalitas.
Untuk gangguan yang fisikal, ahli medil lebih dapt diharapkan memberikan bantuan. Misalnya dengan memberikan bantuan hormon testosteron untuk menambah aktivitas seksual, atau konsultasi psikologis untuk menenangkan diri.
Nah, jika Anda masih juga cemas, saran kami yang terakhir adalah memasrahkan diri pada kuasa Tuhan. Kondisi pasrah, sumarah ini akan membuat jiwa anda tenang, dan dapat menerima keadaan itu dengan ringan, dan memfokuskan diri pada aktivitas yang lebih akhirati. (CN02/berbagai sumber)
Langganan:
Postingan (Atom)